PGS: Pusat Grosir Surabaya (Center Grocery of Surabaya) GERBANG BELANJA INDONESIA TIMUR PUSAT PEREDARAN UANG KOMODITI DAN JASA DI SURABAYA. Seluruh Pedagang Fashion Kawasan ASIA TENGGARA datang dan TRANSAKSI di sini PGS
-->
DI JUAL KIOS Lantai 3 Blok G-9, Pusat Grosir Surabaya. Harga Rp. 500.000.000,- Hubungi Ully 082131460201.

Thursday, July 30, 2009

PINISHI SHIP


WBL, atau lebih dikenal dengan Wisata Bahari Lamongan adalah tempat plesir maritim yang menyediakan ratusan wahana termasuk di antaranya Miniatur Kapal Phinisi. Menurut cerita di dalam naskah Lontarak  I Babad La Lagaligo, Perahu Pinisi sudah ada sekitar abad ke-14 M. Menurut  naskah tersebut, Perahu Pinisi pertama kali dibuat oleh Sawerigading, Putra  Mahkota Kerajaan Luwu. Bahan untuk membuat perahu tersebut diambil dari pohon welengreng (pohon dewata) yang terkenal sangat kokoh dan tidak mudah rapuh. Namun, sebelum  pohon itu ditebang, terlebih dahulu dilaksanakan upacara khusus agar  penunggunya bersedia pindah ke pohon lainnya. Sawerigading membuat perahu tersebut  untuk berlayar menuju negeri Tiongkok hendak meminang Putri Tiongkok yang  bernama We Cudai. Sejak  dahulu, suku Bugis di Sulawesi Selatan terkenal sebagai pelaut yang ulung. Mereka sangat piawai dalam mengarungi lautan dan samudera luas hingga ke berbagai kawasan di Nusantara dengan menggunakan perahu Pinisi. Perahu  Pinisi termasuk alat transportasi laut tradisional masyarakat Bugis yang sudah  terkenal sejak berabad-abad yang lalu. (Sumber: www.portalbugis.com) 

LAMONGAN PARK

Alun-alun Kota Lamongan merupakan salah satu contoh alun-alun yang cukup representatif bagi warganya. Selain areanya cukup luas, juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan ruang publik seperti taman, arena bermain,jogging track dan sebagainya.
Adanya fasilitas dan ruang publik itu bisa menjadi sarana untuk kegiatan resmi yang berkiatan dengan pemerintah dan bagi warga untuk beraktifitas olahraga, kesenian, budaya, dan refreshing. Tampak di bawah alun-alun Lamongan saat sore hari. (Sumber: VIVALOG)

LAMONGAN PARK

Alun-alun (dulu ditulis aloen-aloen atau aloon-aloon) merupakan suatu lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan kegiatan masyarakat yang beragam.di buat olehfatahillah, Menurut Van Romondt (Haryoto, 1986:386), pada dasarnya alun-alun itu merupakan halaman depan rumah, namun dalam ukuran yang lebih besar. Penguasa bisa berarti raja,bupatiwedana dan camat bahkan kepala desa yang memiliki halaman paling luas di depan Istana atau pendopo tempat kediamannya, yang dijadikan sebagai pusat kegiatan masyarakat sehari-hari dalam ikwal pemerintahan militer, perdagangan, kerajinan dan pendidikan. Lebih jauh Thomas Nix (1949:105-114) menjelaskan bahwa alun-alun merupakan lahan terbuka dan terbentuk dengan membuat jarak antara bangunan-bangunan gedung. Jadi dalam hal ini, bangunan gedung merupakan titik awal dan merupakan hal yang utama bagi terbentuknya alun-alun. Pada awalnya Alun-alun merupakan tempat berlatih perang (gladi yudha) bagi prajurit kerajaan, tempat penyelenggaraan sayembara dan penyampaian titah (sabda) raja kepada kawula (rakyat), pusat perdagangan rakyat, juga hiburan seperti Rampokan macan yaitu acara yang menarik dan paling mendebarkan yaitu dilepaskannya seekor harimau yang dikelilingi oleh prajurit bersenjata. Zaman Hindu-Budha, alun-alun telah ada (Buku Negara Kertagama, menyatakan di Trowulan terdapat alun-alun) asal-usulnya ialah dari kepercayaan masyarakat tani yang setiap kali ingin menggunakan tanah untuk bercocok tanam, maka haruslah dibuat upacara minta izin kepada “dewi tanah”. Yaitu dengan jalan membuat sebuah lapangan “tanah sakral” yang berbentuk “persegi empat” yang selanjutnya dikenal sebagai alun-alun.
Masa kerajaan Mataram, di Alun-alun depan istana secara rutin rakyat Mataram “seba” menghadap Penguasa (lihat Keraton Yogyakarta). Alun-alun pada masa ini sudah berfungsi sebagai pusat administratif dan sosial budaya bagi penduduk pribumi.
  • Fungsi administratif: masyarakat berdatangan ke alun-alun untuk memenuhi panggilan ataupun mendengarkan pengumuman atau melihat unjuk kekuatan berupa peragaan bala prajurit dari penguasa setempat.
  • Fungsi sosial budaya dapat dilihat dari kehidupan masyarakat dalam berinteraksi satu sama lain, apakah dalam perdagangan, pertunjukan hiburan ataupun olah raga. Untuk memenuhi seluruh aktivitas dan kegiatan tersebut alun-alun hanya berupa hamparan lapangan rumput yang memungkinkan berbagai aktivitas dapat dilakukan.
Masa masuknya Islam, bangunan masjid dibangun di sekitar alun-alun. Alun-alun juga digunakan sebagai tempat kegiatan-kegiatan hari besar Islam termasuk SalatIdul Fitri. Pada saat ini banyak alun-alun yang digunakan sebagai perluasan dari masjid seperti Alun-alun Kota Bandung. Konsep alun-alun menurut Islam adalah sebagai ruang terbuka perluasan halaman masjid untuk menampung luapan jamaah dan merupakan halaman depan dari keraton. Siar Islam telah membawa perubahan dalam perancangan pusat kota, sehingga alun-alun, keraton dan Masjid berada dalam satu kawasan yang di dekatnya terdapat jalur transportasi. (Sumber: Wikipedia)

CHAMPIONSHIP

Olahraga angkat beban ini berasal dari Mesir kuno dan Yunani sebagai cara adu kekuatan dan kekuasaan.


Kejuaraan Dunia pertama digelar di London pada tahun 1891di mana tujuh atlet yang mewakili dari enam negara disertakan.
Angkat Berat telah tampil dalam setiap Olimpiade sejak tahun 1920. Debut awal di tahun 1896 dan muncul kembali pada tahun 1904. 

Angkat besi putri memulai debut nya pada Olimpiade Sydney 2000. Dalam waktu Tim GB hanya menang tujuh medali (satu emas, tiga perak dan perunggu).

Tidak mengherankan jika olahraga ini dapat berakibat luka yang mengerikan. Diantara cedera tersebut terjadi di Beijing 2008, lifter Hongaria Janos Baranyai dirawat siku kanan nya karena mencoba untuk merebut 148kg di dikelas 77kg pria. Cedera lutut dan siku adalah yang paling umum terjadi. (Sumber: Sriwijaya Barbell Club)

FLOWING KIDS



Sejarah komidi putar dimulai pada jaman medieval di abad 12. Saat itu para ksatria berkuda berlatih perang dengan naik kuda berputar-putar mengelilingi lapangan sambil menghindari bola beraroma yang terbuat dari tanah liat. Para ksatria itu dinyatakan lulus ujian jika tak satu pun bola tanah liat mengenai tubuhnya. Di abad ke-17, Prancis mengubah aturan permainan itu. Dengan sebuah tiang dan roda berjeruji kayu, sebuah kuda yang juga terbuat dari kayu diletakkan di tengah. Roda itu kemudian diputar dan para ksatria itu melempar lembing ke ring-ring yang diletakkan di luar mesin.


Di turnamen gem di akhir tahun 1700-an atau awal 1800-an, mesin itu dinamai carousel. Di masa pemerintahan Henry IV, carousel digunakan untuk hiburan. Saat itu hiburan terdiri dari pawai, latihan dan kontes dengan peserta pasukan berkuda.

Komidi putar makin populer dengan adanya The Place du Carrousel, yang terletak di antara Taman Tuileries dan Louvre di Paris. Dinamai demikian setelah sebuah carousel dihadiahkan oleh Louis XIV di tahun 1662. Sebuah komidi putar yang indah diciptakan dengan banyak kuda oleh seorang pembuat mainan asal Paris. Ia ingin memberi semua orang kesempatan untuk bisa naik komidi putar spektakuler, karena umumnya hanya kaum bangsawan yang bisa menikmatinya. Setiap orang, baik anak-anak maupun dewasa sangat menyukainya dan terpesona. Kabar ini segera menyebar ke America. Tiang kekuningan, kaca yang bisa berputar, dan pencahayaan yang ditambahkan di komidi putar. Musik organ mulai diperkenalkan untuk menambah keasyikan. Kuda-kuda kayu yang bisa naik turun saatcarousel berputar itu memang indah. Tapi seiring perkembangan jaman, kuda kayu mulai tergeser karakter binatang-binatang lain dan juga bahan dasarnya. Pemilik pabrik kuda kayu Allen Herschell, menjual firmanya di tahun 1950 ke seorang pembuat kuda fiberglass. Sekarang kuda kayu otentik dihargai senilai 200 hingga 80.000 dolar, tergantung usia dan kondisi. Mekanisme kerja mesin yang sederhana ini dikembangkan. Carousel sebagai sebuah karya seni antara tahun 1867 dan 1930 sudah punah. Beruntung sejumlah mahasiswa dari jurusan seni dan sejarah kini mengenalinya. Cincin-cincin kuningan di kuda pada komidi putar kuno kini kembali diciptakan agar orang-orang dapat meraihnya jika ingin naik gratis. Kini ring-ring kuningan itu hampir punah. Penaik komidi putar merasakan kesenangan ini hanya di tempat-tempat tertentu. (Sumber: BayiBubu)


ROTARY COASTER

Rotary Coaster prinsipnya sama dengan Roller Coaster, perbedaannya hanya pada tempat wahana, jika roller coaster meluncur pada medan yang tinggi rendahnya bervariasi sedang Rotary Coaster relatif meluncur pada medan yang sama. Rotary Coaster adalah perkembangan dari Roller Coaster, nah ternyata sejarah roller coaster sudah ada sejak abad 18.Roller coaster yang disebut Russian Mountains dibangun khusus di perbukitan es,Saint Petersburg pada tahun 1784.Roller Coaster pertama tersebut dibuat di bawah pesanan Russia's Catherine the Grhe Gardens of Oranienbaum.Ada bersi lain yang mengatakan bahwa roller coaster pertama dibangun oleh perancis pada tahun 1812.


pada tahun1827 perusahan di Summit Hill,Pennsylvania membangun kereta Mauch Chunk Gravity sejauh 14km di bawah bukit Mauch Chunk yang kini dikenal dengan Pennsylvania.Pada tahun 1850-an,Gravity Road tersebut banyak digunakan penumpang dengan membayar 50 sen sekali naik.



LaMarcus adna Thompson yang bekerja di Gravity Switchback Railway membuka coney island di brooklyn,New York pada tahun1884.Dia membuat roller coaster yang dapat naik turun.Pada tahun 1886,Thompson mematenkan disain roller coster-nya itu.



Pada tahun 1959,taman bermain Disneyland memperkenalkan desain roller coaster yang baru dan roller coaster inilah yang pertama kali menggunakan trek baja berbentuk pipa.Sebelumnya trek menggunakan kayu.Kini desain roller coaster semakin berkembang dengan beragam bentuk.Di tempat-tempat hibuan besar,roller coaster menjadi salah satu permainan yang paling digemari karena sensasinya yang mampu memacu adrenaline. (Sumber: Sejarah Kita)

THE ICON of FROG

Di semenanjung pantai WBL Lamongan ini terdapat gugusan batu yang bentuknya cukup unik dan berbentuk seperti satwa. Batu itu berada di Kabupaten Lamongan - Jawa Timur dan dikenal dengan nama Batu Kodok atau Tanjung Kodok. Batu Kodok itu berada di tepi pantai.Keindahan Kodok itu menjadi pelengkap indahnya panorama kawasan pantai disana. Batu Kodok adalah sebutan untuk beberapa bongkah batu karang yang berada di tepi  pantai. Sebutan itu karena bentuk batu-batu karang itu mirip dengan Kodok ( Katak ) dengan posisi  menghadap ke laut. Sebelum dibangun dan dikembangan menjadi Wisata Bahari Lamongan, karena adanya batu-batu  Kodok itulah, wisata ini dulu dikenal dengan nama Pantai Tanjung Kodok. Karena posisinya yang dianggap strategis , pada tahun 1983, pantai Tanjung Kodok ini digunakan oleh National Aeronautics and Space Administration  ( NASA ) untuk mengadakan pengamatan dan penelitian tentang Gerhana Matahari Total. (Sumber: Kompasiana).
Menurut Cerita. Cerita tentang asal-usul terjadinya Tanjung Kodok ini berasal dari daerah Lamongan. Ceritanya tentang cinta yang tidak direstui oleh ayah sang perempuan dan akhirnya mereka menjadi batu berbentuk kodok yang satu di lamongan dan yang satu lagi di Bawean. Cerita Tanjung Kodok ini tidak berkembang seiring berjalannya jaman, tapi cerita ini terdapat berbagai versi dalam penceritaannya, tapi dalam segi intinya sama dalam cerita sati dengan yang lain. Versi lain menurut sebagian masyarakat adalah ada santri yang mondok di Sendang Duwur Paciran yang ketahuan pacaran dan mereka diusir dari pondok dan lari ke pantai. Akhirnya mereka menjadi seekor kodok, tapi si wanita lebih cepat lompatannya hingga sampai ke Bawean dan yang laki-laki tertinggal di Lamongan sampai akhirnya mereka berdua jadi batu.Tapi kali ini saya hanya mengambil pada satu cerita yang lebih umum, yaitu cerita pertama. Seiring berjalannya waktu cerita ini menimbulkan sebuah mitos di daerah sekitar bahwa, ketika ada seseorang yang mau menikah dan datang kesana atau ada anak muda yang berpacaran disana maka tidak lama hubungan mereka akan putus. Cerita ini sangat melekat pada lapisan masyarakat dari yang muda hingga yang tua.Banyak dari sebagian warga yang mencoba mitos itu dan sebagian memang benar-benar terjadi.Menurut sayapemikiran masyarakat tentang mitos ini, kejadian pada tokoh mitos ini berimbas pada orang yang berada disitu. Legenda Tanjung Kodok yang saya teliti adalah legenda yang sudah tertulis, entah itu tulisan yang berada di situs online atau legenda yang masih murni dari mulut masyarakat asli sekitar Tanjung Kodok. 
Kita semua munggkin sudah tahu bahwa legenda adalah sebuah gambaran kejadian yang terjadi pada masa lampau. Biasanya legenda ini di tokohi oleh manusia, walaupun ada kalanya mempunyai sifat-sifat yang luar biasa, dan juga sering kali dibantu dengan makhluk-makhluk ajaib (Bascom, 1965b: 3-20).
Levi Strauss mengatakan bahwa dongeng merupakan hasil dari nirsadar seseorangatau kelompok masyarakat.Karena itu untuk memahami struktur mitos dapat dijelaskan dengan menunjuk pada fungsinya, yakni sebagai media untuk mengembangkan suatu argumen logis dalam bentuk proposisi-proposisi. Melalui cara ini mitos dianggap dapat membantu memecahkan atau menjelaskan berbagai kontradiksi yang ada dalam berbagai kepercayaan yang dianut oleh suatu masyarakat (Ahimsa, 2001). (Sumber: Pariwisata Lamongan Edition) 

Thursday, July 23, 2009

GOING TO HOME

Senengnya....yang habis wisata. Nah, sekarang waktunya pulang.. besok-besok lagi bisa plesir lagi untuk mengunjungi obyek-obyek di WBL yang lain. Ini karena WBL tidak bisa dinikmati dalam sehari. wahana permainan, hiburan, dan parade yang lain terlalu banyak, bahkan terlalu luas kawasan tempat wisata ini. Bayangkan, di antara parade kesenian etnik itu, yakni Barongsai, Reog Ponorogo, dan Jaranan. Ini sebagai komitmen manajemen bahwa WBL ikut melestarikan kesenian tradisional meski telah memiliki banyak wahana wisata modern. WBL kini telah memiliki 43 wahana yang bisa dinikmati secara gratis dan 25 wahana fasilitas bayar. Wahana gratis di antaranya rumah kucing, galeri kapal dan kerang, permainan air, tembak air, drop zone, biaskop desperado, tembak ikan, rumah sakit hantu, waterbom, sa rang bajak laut, bioskop 3 dimensi, arena mengemudi, dan tembak berburu.
Sedang 25 fasilitas bayar di antaranya Banana Boat, Flying Fox, arena panahan, zona perang, kiddy ride, sepeda air, sky boat, long boat, perahu tradisional, king donut boat, video game, boxing, kereta andang, dan arena fata cowboy. Komitmen manajemen dalam melestarikan seni tradional dapat dilihat dengan adanya anjungan Walisongo. Di tempat itu terdapat miniatur  bangunan masjid, musola, dan areal pemakaman Walisongo yang menyerupai wujud aslinya dilengkapi tulisan cerita sejarah perjuangan para wali.
Miniatur itu sebagai upaya menggaet wisatawan religi, karena lokasi WBL di daerah perlintasan ziarah Walisongo. Dikatakannya, sebagai pengembangan objek wisata yang telah ada sebelumnya, yaitu Pantai Tanjung Kodok, WBL memadukan konsep wisata bahari dan dunia wisata dalam areal seluas 11 hektare. Didukung pula dengan hadirnya 3 wahana baru setiap tahunnya. (Sumber: Wisata Jawa Timuran)

CLIF HANGER

Masih ingat sebuah judul Film Hollywood yang berjudul Clif Hanger? ya.. betul berkisah tentang para pendaki gunung yang berani pertaruhkan nyawa bergelantungan pada tebing-tebing tercuram di dunia. Nah, di WBL juga ada wahana pompa adrenaline seperti itu hanya sebutannya adalah Flying Fox dan bergelantungan di atas tali pada ratusan meter di atas laut. Wahana ini memang khusus untuk Anda yang suka akan tantangan dan bernyali lebih. Coba bayangkan, di ketinggian ratusan meter di atas permukaan laut, Anda akan diajak meluncur dengan tali sejauh berkilo-kilo meter dengan kecepatan ratusan km/jam! Bahkan naik flying fox ini, Anda bisa lebih cepat dengan rata-rata pengendara sepeda motor. Flying fox di WBL ini adalah yang terpanjang dan tercepat di Indonesia. Dilihat dari garis start tempat Anda akan meluncur yakni di atas tower tepi laut di atas karang dengan lukisan alamnya yang indah. Meluncur cepat dengan jarak yang jauh membuat traveler yang mencobanya masih bisa menyaksikan indahnya puncak perbukitan kapur dan tanah merah di dataran selatan WBL sana. Walaupun sangat berbahaya, tapi flying fox ini sangat aman. Syaratnya, Anda harus berbobot antara 35-120 kg, sehat rohani dan jasmani, serta berusia minimal 10 tahun. Bagi remaja, ada syarat tambahan, yaitu surat izin dari orangtua. Wanita yang sedang hamil juga dilarang naik flying fox ini. Eits, lolos persyaratan bukan berarti Anda bisa langsung naik. Bisa atau tidaknya Anda meluncur juga ditentukan oleh cuaca. Jika sedang angin kencang atau sering terdengar petir, permainan tidak akan bisa dimulai. Setelah itu, sebagai standar keselamatan, helm, kaca mata, jaket, dan jaket pelindung badan juga harus dikenakan. Anda juga harus mendengarkan arahan pemandu tentang apa saja yang boleh dilakukan saat sedang meluncur. Usahakan jangan mengedipkan mata, walaupun takut dengan ketinggian. Sebab Anda akan sangat rugi karena tidak bisa melihat indahnya pemandangan saat meluncur. Berteriaklah sekencang-kencangnya untuk meluapkan rasa takut. Cara ini juga bisa membuat Anda merasa 'lepas'. (Sumber: Detik Travel)

CLIF HANGER

Bergelantungan memompa adrenaline 
Kalo ada yang mau berenang ataupun sekedar berendam juga bisa karena kolam renang juga tersedia disini. Mau menguji adrenalin? yeah kalian juga bisa mencoba olahraga satu ini, yup flying fox!!! hahaha bukan sensasi bergelantungannya yang membuat adrenalin saya bergejolak melainkan saat menunggu antrian untuk meluncur lah yang membuat jantung ini bergedegup cukup kencang hiyaaaa bagaimana tidak, lah mau gak mau kita harus naik ke atas kabin yang terbuat dari kayu setinggi ± 10mtr ditambah derasnya angin laut yang bertiup *baca bukan lagi sepoi-sepoi tapi wuuuush kenceng bangeeetZ (brasa mau copot aja tuh kabin omigot) But finally i'd landed safely qiqiqiqiqiqi *fiiiuuuhhh..... (Sumber: komentar Dwi untuk @ki_Seki: Family Gathering)